
"WE MUST SAY NO TO DRUGS....."
Narkoba (Narkotika, psikotropika dan obat berbahaya lainnya) adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik ditelan melalui mulut, dihirup melalui hidung maupunn disuntikkan melalui urat darah. Zat-zat kimia itu dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan dan prilaku seseorang. Pemakaian terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan atau psikologis. Resiko yang pasti terjadi adalah kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ penting lainnya seperti jantung, paru-paru dan hati.
Pengguna narkoba adalah seseorang yang benar-benar hanya menggunakan narkoba atau alkohol untuk sekedar bersenang-senang, berekreasi, bersantai, menghilangkan stres atau kecemasan, hanya menggunakan pada perayaan atau acara-acara khusus atau untuk liburan.
Alkohol (termasuk juga bir, arak maupun tuak) Putaw (Heroin), Shabu-shabu (Methamphetamine) dan Kokain adalah zat-zat yang sangat adiktif. Marijuana, Nipam, Ekstasi, LSD, Mushroom dan zat lainnya (Barbiturat, Amphetamine atau shabu, Hallusinogen), semua adalah narkoba yang dapat dengan mudah menarik seseorang untuk terjebak dalam adiksi atau kecanduan.
Penyalahguna Narkoba
Sebetulnya zat-zat alamiah maupun buatan (sintetik) yang berasal dari candu atau kokain, banyak digunakan untuk kepentingan pengobatan, misalnya menenangkan pasien atau mengurangi rasa sakit Tetapi karena efeknya “enak” bagi pemakai, maka narkoba kemudian dipakai secara salah, yaitu bukan untuk pengobatan tetapi untuk mendapat rasa nikmat.
Penyalahgunaan Narkoba adalah:
Bahaya Narkoba:
Penyalahgunaan narkoba menimbulkan perasaan enak, nikmat, senang, bahagia, tenang dan nyaman. Tetapi persaan enak ini hanya berlangsung sementara, yaitu selama zat bereaksi dalam tubuh. Bila pengaruhnya habis, justru pemakai merasa sakit dan tidak nyaman. Akibatnya pemakai merasa perlu menggunakannya lagi. Ini terus berulang sampai pemakai menjadi tergantung. Ketergantungan pada narkoba inilah yang mengakibatkan berbagai dampak negatif dan berbahaya, baik secara fisik, psikoogis maupun sosial
Seorang penyalahguna memiliki masalah-masalah yang langsung berhubungan dengan narkoba dan alkohol dalam hidup mereka. Masalah-masalah tersebut dapat muncul dalam bentuk fisik, mental, emosional atau spiritual. Terkadang, penyalahguna dapat mengendalikan penggunaan narkoba atau alkohol, tetapi tidak seorangpun, baik kita ataupun si penyalahguna, yang tahu apakah hari ini si penyalahguna yang akan mengendalikan zat yang dipakainya itu, atau zat itu yang justru akan mengendalikan prilaku dan pikiran si penyalahguna sehingga timbul masalah.
Para penyalahguna secara terus menerus berjanji untuk berhenti, untuk lebih dapat mengendalikan narkoba dan alkohol di lain waktu. Tapi, setelah sehari, seminggu, dua bulan, setelah mereka membuktikan kepada diri mereka sendiri bahwa mereka dapat berhenti atau mengendalikan penggunaan. Penyalahguna mulai memakainya lagi. Pola lama menyalahgunakan narkoba dan masalah-masalah muncul kembali. Kadang kala, penyalahguna seringkali melaju menjadi pecandu.
Kecanduan/Adiksi Narkoba
Adiksi adalah suatu penyakit, hasrat atau obsesi secara mental dan emosional, digabungkan dengan hasrat atau obsesi secara fisik pada sesuatu.
Sekali seorang menjadi pecandu, maka mereka seperti memiliki dua kepribadian yang terbelah dan berbeda
Pemulihan dari adiksi memakan waktu kurang lebih dua tahun. Pemulihan dari adiksi (selalu) merupakan proses empat kelopak mencakup pemulihan fisik, mental, emosional, dan spiritual
Proses 4 Kelopak:
Proses pemulihan dari adiksi terhadap narkoba yang sebenarnya seringkali berarti:
Sepenuhnya terbebas dari semua narkoba, termasuk obat-obatan resep. Bersamaan dengan itu si pecandu mulai meniti jalan menuju kehidupan yang lebih berkualitas, memuaskan, bermakna dan bernilai
Pemulihan umumnya juga menuntut sejenis program terapi, keagamaan, program bantu diri, program berbasis komunitas atau program 12 langkah untuk membantu proses pemulihan dan aftercare adalah bagian yang sangat penting
Program 12 langkah dan pertemuan-pertemuan Narcotics Anonymous (NA) sekarang ada di Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Pontianak dan Bali.
Ada pertemuan terbuka setiap minggunya di kota-kota ini. NA memiliki informasi yang praktis tentang adiksi dan pecandu. NA juga menyediakan literatur dan buku-buku dengan subyek adiksi. Siapapun yang meminta dapat memperoleh informasi akurat ytntang adiksi dan dunia adiksi dari pecandu yang telah pulih yang menghadiri pertemuan-pertemuan NA.
12 Langkah NA
Pecandu membutuhkan pertolongan profesional, khususnya bimbingan dari pecandu dalam pemulihan atau pecandu lainnya yang telah sembuh, apabila pertanyaannya adalah apa mereka benar-benar ingin membantu teman kita yang kecanduan, carilah bantuan rekan sebaya yang terlatih maupun profesional yang layak.
Detoksifikasi saja tidak akan membantu si pecandu pulih. Detoksifikasi hanya merupakan tahap pertama pemulihan. Kebanyakan dokter, psikater dan Rumah Sakit di Indonesia saat ini belum terlatih sehingga tidak menggunakan metode detoksifikasi yang layak (mahal dan Kurang ada gunanya).
Obat resep tetap adalah zat kimiawi yang dalam kadar tinggi dapat justru menjadi racun perusak hati, ginjal, syaraf otak dan lain-lain.
Sebaiknya semua pecandu melakukan tes darah menyeluruh dengan konseling sebelum menjalani proses detoksifikasi. Jika si pecandu dinyatakan positif hepatitis dan atau HIV/AIDS, detoksifikasi harus dilakukan dengan jumlah obat-obatan yang minim.